Cuma sekedar pendapat .
Ngga enak juga sih klo nyalahin wim a.k.a pelatih baru sepak bola indonesia. Tapi gw merasa sudah terdapat beberapa blunder. Blunder pertama versi gw adalah "memindahkan" rahmad ke tim u-23 (Blunder ini bukan karena keinginan wim sepertinya) .Gimana jg wim pelatih baru masih butuh masukan dari seorang seperti rahmad, tanpa bermaksud mengucilkan peran listiadi a.k.a tangan kanan baru wim.
Yg kedua adalah wim yg "baru" mengasuh timnas sepertinya sering memaksakan formasi dan bahkan memainkan beberapa pemain bukan di habitat nya.Untuk pertandingan vs iran, jika ingin bermain bertahan sebaiknya ia memainkan 4-2-3-1 yg sering dimainkan liverpool dan man.city. Ya ya penempatan 2 jangkar (hariono dan toni) dan mendorong firman jd org pertama pembantu tian mungkin bisa berguna. Dan untuk sayap kanan baiknya gunakan pola riedl. Ridwan kanan, okto a.k.a gareth bale indonesia (beberapa komentator mengungkapkan demikian. Hehe).
Ya ya emang bener kalo okto sering buruk dlm mengambil keputusan tapi okto punya semangat untuk merebut bola saat bertahan singkat kata ini berguna saat dia switch posisi dengan nasuha. Nasuha sendiri punya kemampuan menerobos pertahanan lawan yg luar biasa untuk ukuran bek sayap. Untuk depan baiknya bp dan tian tidak bermain bersama. Ya ini simple bp dan tian setipe dan akan berguna bila dimainkan sebagai penguasa kotak 16. Namun wim terkesan memaksa memainkan bp sbg boas.
Bagaimanapun pemain punya plus dan minus. Namun sayang wim terlalu berani berjudi untuk level babak 4. Untuk vs bahrain. Kembali formasi aneh dibuat. Menempatkan boaz sebagai wing kanan. Ini seperti bunuh diri dan siap kalah.
Ya ya bp jadi playmaker. Jadi tim ini buruk di keseimbangan tidak ada sayap kanan yg bertukar posisi dengan bek saya kanan seperti piala aff. Overall gimana juga pelatih dan crew nya lebih tau timnya. Ini cuma saran dari penduduk yg demen bola aja. Hehe salam damai.

Ngga enak juga sih klo nyalahin wim a.k.a pelatih baru sepak bola indonesia. Tapi gw merasa sudah terdapat beberapa blunder. Blunder pertama versi gw adalah "memindahkan" rahmad ke tim u-23 (Blunder ini bukan karena keinginan wim sepertinya) .Gimana jg wim pelatih baru masih butuh masukan dari seorang seperti rahmad, tanpa bermaksud mengucilkan peran listiadi a.k.a tangan kanan baru wim.
Yg kedua adalah wim yg "baru" mengasuh timnas sepertinya sering memaksakan formasi dan bahkan memainkan beberapa pemain bukan di habitat nya.Untuk pertandingan vs iran, jika ingin bermain bertahan sebaiknya ia memainkan 4-2-3-1 yg sering dimainkan liverpool dan man.city. Ya ya penempatan 2 jangkar (hariono dan toni) dan mendorong firman jd org pertama pembantu tian mungkin bisa berguna. Dan untuk sayap kanan baiknya gunakan pola riedl. Ridwan kanan, okto a.k.a gareth bale indonesia (beberapa komentator mengungkapkan demikian. Hehe).
Ya ya emang bener kalo okto sering buruk dlm mengambil keputusan tapi okto punya semangat untuk merebut bola saat bertahan singkat kata ini berguna saat dia switch posisi dengan nasuha. Nasuha sendiri punya kemampuan menerobos pertahanan lawan yg luar biasa untuk ukuran bek sayap. Untuk depan baiknya bp dan tian tidak bermain bersama. Ya ini simple bp dan tian setipe dan akan berguna bila dimainkan sebagai penguasa kotak 16. Namun wim terkesan memaksa memainkan bp sbg boas.
Bagaimanapun pemain punya plus dan minus. Namun sayang wim terlalu berani berjudi untuk level babak 4. Untuk vs bahrain. Kembali formasi aneh dibuat. Menempatkan boaz sebagai wing kanan. Ini seperti bunuh diri dan siap kalah.

Mengapa? ? Simple aja boaz bukan tipe wing melebar macam beckham or jesus navas , m.ridwan (seperti yg sering digunakan di era riedl). Gw ngerti maksud wim dia pengen boaz maen cut inside seperti formasi barca, chelsea, arsenal. it's okay andai mw pake formasi itu tp mereka main dgn 3 gelandang (perebut bola,pembagi bola,pengatur serangan). Sedangkan formasi yg digunakan vs bahrain agak aneh karena ridwan tidak menjadi penyerang kiri tp sayap kiri lebih cenderung maen melebar.Ya ya bp jadi playmaker. Jadi tim ini buruk di keseimbangan tidak ada sayap kanan yg bertukar posisi dengan bek saya kanan seperti piala aff. Overall gimana juga pelatih dan crew nya lebih tau timnya. Ini cuma saran dari penduduk yg demen bola aja. Hehe salam damai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar