Jumat, 31 Desember 2010

Pingin nya sih kaya gini

Saya hanya orang biasa yang gemar bermain sepak bola , saya bukan pula seorang yang telah mendapat lisensi A dari sebuah kepelatihan . Namun saya turut prihatin dengan perkembangan  sepak bola Indonesia yang jalan di tempat , pada kesempatan kali ini saya juga ingin memberikan pendapat saya mengenai pembinaan usia muda dalam sepak bola .

Hal ini saya lakukan tidak lain adalah untuk kemajuan timnas kita yaitu Indonesia . Semoga dengan adanya artikel ini , menambah Referensi atau masukan untuk para petingi - petinggi sepak bola Indonesia disana .

Jujur saya bukan seorang fans Barcelona , namun saya mengakui kalau pembinaan usia muda mereka adalah salah satu dari yang terbaik seperti ajax academy , dll . Apa saja yang dilakukan la masia ??? jujur saja saya kurang mengetahui cara la masia bekerja karena kurang nya referensi bagaimana la masia menjalankan sistem nya .

Namun pada inti nya , setiap bibit muda harus benar - benar di fokuskan untuk menjadi pemain sepak bola . Dengan kata lain misalkan di Indonesia , sekolah umum menjadikan pelajaran formal sebagai mata pelajaran utamanya dan olah raga sebagai extrakulikuler . Namun yang sebenarnya harus dilakukan adalah di suatu akademi sepak bola adalah menjadikan olahraga (sepak bola khususnya , karena kali ini saya membahas tentang sepak bola)  sebagai mata pelajaran utamanya dan pendidikan formal sebagai pelajaran extrakulikuler nya .

Dan apa yang membuat SSB di Indonesia pada umumnya jalan di tempat ?? salah satu nya karena hal tadi . dimana para bibit muda mungkin hanya berlatih 3 kali seminggu , itu pun di sore hari setelah pulang sekolah pendidikan formal pada umumnya . Mungkin hanya sekitar 2-3 jam tiap hari . Dan di hari minggu nya mereka berlatih di pagi hari dengan porsi yang sama seperti hari yang sama . 

Di hari - hari berikut nya apa yang terjadi , pasti datang kalanya suatu kompetisi , namun sayang sekali kompetisi nya dalam format cup , artinya tim yang menang akan lanjut bermain dan yang kalah ??? apa yang mereka lakukan , pasti setelah tim mereka gugur , mereka tidak dapat bertanding lagi .Apakah itu salah ?? tidak juga . Namun seperti hal yang saya ucapkan tadi hal seperti ini hanya menghasilkan hasil yang akan jalan di tempat .


Saran saya dalam menciptakan suatu pembinaan usia muda ( SSB ), Cipatakan Sebuah penjurusan artinya SSB merupakan sekolah formal yang mana para anak didik SSB bersekolah seperti biasa tiap hari seperti waktu belajar pada pendidikan formal , hanya saja mata pelajaran utamanya adalah sepak bola , dan mata pelajaran sampingan yang ada pada pendidikan formal .

Disana para murid harus diajari filosofi bermain sepak bola , dari tekhnik dasar antara lain seperti passing , dribbling , control , speed , balance (keseimbangan) , shooting , merebut bola , waktu yang tepat untuk mengoper bola , positioning, pengaturan pernapasan, kelincahan, mental bertanding . Artinya sebagian besar tekhnik dasar tersebut menggunakan bola . 

Saya pernah membaca di suatu sumber bahwa pemain pemain seperti Xavi , kemanapun ia pergi saat di akademi tersebut hampir dipastikan ia selalu mendribel bola tersebut , itu dilakukan agar dapat terjadi pengertian antara bola dan pemain , sehingga pemain mampu mengerti filosofi bentuk bola yang bundar tersebut , sehingga tak heran dalam kenyataannya itu berguna pada pertandingan jika kondisi rumput lapangan tidak terlalu rata ia tetap mampu mengontrol bola dengan baik karena telah terbiasa mendribel bola kemanapun . bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar