Sabtu, 08 Januari 2011

TUGAS 4

        Kadang dalam kenyataan sehari - hari ini banyak sekali kaitannya antara politik dengan sesuatu yang terjadi di sekitar kita . Seperti misalnya yang terjadi di lapangan sepak bola di ajang piala AFF kemarin . Dimana kental sekali unsur politik di dalam nya .

        PSSI yang harus nya milik rakyat , di ubah nya menjadi "milik" kalangan tertentu saja . Menyedihkan memang melihat kenyataan seperti demikian . Mengingat rasa cinta masyarakat terhadap sepak bola yang sangat tinggi di Indonesia . Tentu itu bisa menjadi surga untuk beberapa kalangan tertentu , seperti misalnya dengan menaikan harga tiket . Bayangkan saja harga tiket yang gila - gilaan mahal itu bisa jadi salah satu cara untuk menambah pundi - pundi uang bermiliar - miliar rupiah orang - orang tertentu , sehingga sepak bola yang pada awalnya milik rakyat telah diubah menjadi mesin uang .

        Buat saya , pemain - pemain sepak bola di ajang itu telah dijadikan sebagai "robot uang" , robot-robot itu dituntut harus memberikan "sesuatu" demi pencitraan orang tertentu , sangat menyedihkan karena para "robot - robot" itu semula bermain sepak bola untuk kesenangan dan profesi mereka, kini telah ditumpangi oleh kelompok - kelompok orang tertentu untuk tujuan politik.

        Namun masyarakat saat ini sudah pintar, karena tahu mana yang benar dan mana yang belum benar . Artinya timnas bermain baik layak dipuji , namun tidak banyak pujian untuk PSSI . Betapa menyedihkan nya lagi karena mereka - mereka yang tidak menyukai kinerja PSSI dengan meneriakan dan membentangkan spanduk - spanduk anti PSSI dituduh PSSI telah dibayar oknum tertentu untuk melakukan hal tersebut . Padahal Suporter melakukan hal itu semata karena mereka untuk kemajuan timnas yang dinilai gagal berprestasi di era PSSI saat ini .

         Lebih menyedihkan lagi jika kalian baca berita disini  , disini dan disini .Saat seperti kejadian di piala AFF yang lalu saat ada jamuan makan , tanpa bermaksud menyudutkan salah satu pihak . Kegiatan seperti ini banyak yang merasa kurang begitu penting mengingat timnas saat itu belum lah menjadi juara piala AFF , semakin terasa berlebihan mendengar ucapan sang ketua PSSI yang inti ucapannya acara itu diadakan sebagai tanda terima kasih terhadap salah satu pihak tertentu . Memang harus diakui sepak bola di Indonesia memang di danai oleh satu kelompok partai tertentu, dengan demikian secara tak langsung telah menunjukan kalau yang punya kekuatan politik itu bisa berkuasa bahkan hingga dunia sepak bola , yang sejatinya adalah milik seluruh lapisan masyarakat .Dengan kata lain ada maksud "promosi" untuk kalangan tertentu dengan mengatas namakan sepak bola .

         Namun begitu terlepas dari sisi buruk yang ditampilkan PSSI , ada salah satu hasil yang bisa diapresiasi .Diantaranya adalah pengiriman timnas junior ke Uruguay . Pengiriman yang dilakukan secara berkesinambungan dirasa bagus untuk masa depan timnas . Salah satu nya dengan dipinang nya dua pemain Indonesia bermain di klub Penarol . Salah satu klub sepak bola terbaik di Amerika Latin . Fakta itu membuktikan sejatinya kalau pemain muda Indonesia sebenarnya bagus jika di tangani oleh orang - orang berkualitas . 

        Tidak ada lagi kasus seperti Irvin Museng , pemain muda Indonesia yang menjadi top skor danone nation cup (piala dunia u 13) , mengutip komentar dari facebooknya " dia sempat main di ajax u13 ,krn masalah visa dan ijin dari pemerintah yang buat dia kembali ke Indonesia .....gak ada dukungan dari PSSI dan pemerintah itu intinya dia tidak melanjutkan karier di Belanda .. " . Semoga tidak ada lagi kasus seperti itu .

          Jadi intinya , jangan lah sepak bola dijadikan alat politik untuk mengeruk kekuasaan , Janganlah PSSI menjadikan sepak bola milik kalangan tertentu saja , dan mengambil keuntungan sebanyak - banyak nya saat ada event AFF salah satunya , cobalah profesional terhadap pembeli tiket, artinya mereka yang punya tiket sudah pasti bisa masuk stadion dan mendapat pelayanan yang baik,  cobalah PSSI bersikap terbuka , sadarlah akan kesalahan - kesalahan yang pernah di buat seperti contoh nya kasus Irvin museng diatas .

Good Luck Timnas !!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar